Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Maret 2016

Cerita SSEAYP #6: Tidak Keluar Kok, Hanya Meluaskan Zona Nyaman

Selama ikut program SSEAYP, hal yang sangat mengena didiriku adalah tentang Zona Nyaman. Kenapa? Karena di SSEAYP ini aku benar-benar tau rasanya melakukan hal-hal yang diluar kebisaanku, atau kalau kata orang sih keluar dari zona nyaman. Gimana enggak, lama berkecimpung di dunia olahraga membuatku cukup cuek dengan penampilan. Terutama tentang make up. Bayangin! Yang sehari-hari keringetan dan menghitam karena paparan sinar matahari harus berhadapan dengan make up. Pengalaman ini membuatku harus belajar dan berproses dengan peralatan make up. Alasanku tetap bertahan ya semata-mata untuk Indonesia. Kenapa? karena saat program aku tidak mewakili diriku sendiri, tetapi ratusan juta warga Indonesia. Ya. Mewakili ratusan juta warga negara Indonesia. Apa aku harus menyerah begitu saja dengan kebiasaanku yang sangat amat jarang bersentuhan dengan make up sedang aku menjadi perwakilan negeri? *Duh mulai abot, cah* Meski pada akhirnya aku masih belum bisa makek sendiri bulu mata palsu, tapi setidaknya kalo pake A1 aman lah..


Nggak cukup disitu. Lagi-lagi harus, kalo kata orang sih keluar dari zona nyaman.
Yaps, belajar nari. Ya, NARI, MENARI. Terakhir nari pas masih SD lho. Awalnya ngerasa badan udah kaku kayak kayu (lebay sih ini), tapi beneran deh. Namun dengan tekat yang kuat dan kekuatan menahan rasa malu karena awalnya ngerasa aneh gitu kan, akhirnya pun sikat aja.

Aku yang paling kanan pake kaos hijau

Sebelum berangkat PDT aku difasilitasi sama PCMI Jogja, yang saat itu juga sedang ngefasilitasi temen-temen USINDO, buat latian nari. Tarian anak-anak sih.. cuma untuk orang yang sangat awam dalam menari ya berharga banget latian kayak gini. Start from zero. Mungkin karena memang nggak bakat nari, yang akhirnya aku lakukan adalah "believe and make it happen" aja. Dan selalu inget kata-kata motivasi ini:

Dimana bisa nemu ini? Di DBL Arena, Surabaya. Inget banget pas lagi DBL Camp jaman SMA
AND THIS
Entah masih ada apa enggak tulisan-tulisan itu, tapi ngena banget kalo lagi dalam masa "perjuangan"

Dan... yaps.
Pas program dapet kesempatan untuk ikut nari. Nari Kecak (modifikasi), Nari Maengket dari Sulut, dan nari Kembang Jatoh. Khusus untuk yang kembang jatoh ini yang menurutku berkesan banget. Gimana enggak, tarian ini tarian khas Betawi, yang mana terdiri dari penari laki-laki dan perempuan, dan suasana dari tarian ini ceria dan centil (untuk penari perempuannya) gitu. Pas National Presentation ada 3 Laki dan 3 Perempuan yang nari, dan aku adalah salah satu dari perempuan itu. Ketika latihan, yang hampir selalu dikomentarin adalah "Fik, kurang centil". Dan saat itu juga aku merasa gagal jadi seorang wanita (LEBAY DING). Hahaha.
But the show must go on. Jadi.... aku mencoba yang terbaik yang aku bisa. Mencoba untuk menikmati pertunjukkan. Itu aja yang bisa ku lakukan dengan latihan-latihan yang udah tak lakuin sebelum hari H, yang diajarin sama si Janice, Lingce, dan Ka Quicy

Pas sebelum tampil banget nih. Deg-degan sih. Tapi ya udah lah, enjoy the show! (Lingce kiri, Fika kanan)
Kalo penasaran, bisa cek youtube DISINI

Udah gitu aja? Enggak. Masih ada 1 hal lain yang menarik untukku yang, lagi-lagi, kata orang sih berada diluar zona nyaman. Yaitu...... jadi model pas Voluntary Activity diatas kapal, Fashion Show. Awalnya dipaksa sih, karena... lupa kenapa. Pokoknya dipaksa aja. Tapi akhirnya mau.
Itu juga otodidak dan tanya sama si Akang. Otodidak karena pernah liat adek latian jalan ala-ala model gitu, dan pernah nonton Jogja Fashion Week. Jadi setidaknya tau sedikiiit tentang cara jalan ala-ala model. Dan si Akang ini kan emang Fashion Designer. Jadi pasti tau lah gaya ala-ala model kalo lagi tampil. Dia juga lho yang bikin bajunya. Pake kain-kain yang dipake buat acara exhibition pas di Jepang. Jadi untuk kontingen Indonesia diwakili oleh tiga orang: Mas Alif (Kategori Recycle), Fika (Kategori Prom Night), sama Mia (Kategori Finale). Tapi saat itu, untuk para National Leader juga ikut serta lho.

Untuk Finale, Mia berhasil jadi Juara 2. Aku nggak tau lagi sama Akang dan tim pembuat bajunya. Bisa ya bikin baju pake bahan-bahan kain.....

Juara 2, kategori Finale
Dan untuk kategori Prom Night pun juga Juara 2!!! Aku nggak ngerti lagi bentukku pas jalan tu kayak apa. Aku sih berusaha enjoy aja lah. Tapi sempet lho pas udah balik mau masuk backstage malah agak kesrimpet. Mana High Heelsnya tinggi get. Wuah. Nggak nyangka wes pokoknya! Tim make up dan hair stylist juga oke banget lho. Bunda Cuai dan Kak Laras yang akhirnya saling berkolaborasi membentuk mukaku yang sering terpapar sinar matahari jadi kayak gini:


Right after Fashion Show! Hahaha
Dari situ, akhirnya aku dan teman-teman lain yang merasakan hal yang sama (yang sama-sama merasa melakukan sesuatu diluar kebiasaan) merefleksikan sesuatu. Bahwa sesungguhnya yang aku lakukan ini bukan lah keluar dari zona nyaman. Tetapi justru dari SSEAYP ini aku belajar untuk meluaskan Zona Nyaman karena pada akhirnya aku merasa nyaman-nyaman saja melakukan hal-hal itu :) Make up? Ternyata berguna banget sekarang gegara udah sering make up-an pas di program. Nari? Well.. kalau ada kesempatan lagi dan aku diajak latian dulu sebelum tampil sih, bisa di pertimbangkan. Hahahaha :p. Cat walk? Ya.... bisa lah ya nyoba lagi XD
Atau mungkin ada hal-hal lain yang belum pernah aku lakukan sebelumnya? Atau pernah ku lakukan tapi perlu lebih dikembangkan? Jadi inget kata Cutkak (Indonesia National Leader) : Don't Limit Yourself.

Memang SSEAYP ini nggak diduga-duga. Bahkan sebelum berangkat pun aku dan banyak temen-temen lain masih nggak bisa kebayang lho kayak apa ini kegiatannya. Tapi setelah tau... ya gitu xD You'll never know if you never try. Jadi, silakan mencoba mumpung ada kesempatan ikut Seleksi PPAN! Psst, sayang untuk SSEAYP perwakilan Jogja cuma buat cowok aja untuk tahun 2016. Hehehhe



Salam,
Indonesia Participating Youth 2015
[ I - 53 ]

Senin, 18 Januari 2016

Cerita SSEAYP #4 : Pengalaman Berlayar (selesai)

Dan 17 hari lagi program sudah mau selesai. Duh rasanya….

Pelabuhan terakhir
Negara yang terakhir disambangi oleh kami adalah Malaysia. Tepatnya di Sabah, Kota Kinabalu. Denger-denger sih, Nippon Maru yang membawa peserta SSEAYP ini singgah kembali di Kota Kinabalu setelah 20 tahun yang lalu. Lumayan lama ya. Perjalanan dari Yangon ke Kota Kinabalu memakan waktu 5 hari. Dan lagi-lagi, ada pirates watch saat perjalanan ini. Syukur nggak kenapa-kenapa. Eh, waktu itu kami sempet juga lho singgah sebentar di lautannya Singapura. Buat refill barang atau bahan makanan gitu. Disitu kami stay lumayan lama dan bisa melihat Sentosa Island dari kapal. Meski kaki tak bisa menjejakkan langkah di daratan bumi Singapura, tapi kalo bisa ngelihat Singapura dari posisi ini aku seneng banget. Mana disitu banyak lho kapal-kapal muatan yang berlalu lalang. Mungkin ini ya yang dibilang “jalur perdagangan dunia”. Dan nggak kebayang nenek moyang yang seorang pelaut, yang mengarungi samudra luas. They must be a super tough people.

Kapal yang refill mahan makanan. Di depan itu negeri Singapura

Sekitar jam 10 pagi tanggal 5 Desember 2015, kapal sudah merapat ke Pelabuhan. Saat itu sedang panas-panasnya. Jadi lebih seneng stay di kapal soalnya dingin. Hehehe. Hari itu juga kami ada upacara penyambutan di pelabuhan. Satu yang paling aku ingat saat di Malaysia adalah lagu Sayang Kinabalu yang liriknya “tinggi tinggi gunung Kinabalu, tinggi lagi sayang kamu”. Those lyrics stay in my head like always. Dan tariannya jug amasih membekas sampe sekarang, apalagi kalau sambil dengerin lagunya:


Kota Kinabalu adalah Port of Call terakhir. Nggak menyangka perjalanan secepat itu. 4 hari 3 malam di Kota Kinabalu rasanya kayak angin lalu. Cepat sekali. Kami harus menyudahi ini tanggal 8 Desember 2015. Tapi aku aku selalu berusaha menikmati setiap momen yang terjadi disana. Stay positive made me more grateful, and happier. Di Malaysia ini kalo aku nggak salah inget ya, sempet agak lama gitu kita mau perisapan berlayar kembali dari Malaysia ke Jepang. Jadi bikin keluargaku nunggu lama. Aku kepikiran aja pas sebelum ticker tip throwing, betapa panasnya diluar sana, betapa lamanya mereka (para keluarga angkat) nungguin kami. Setelah sekian lama nunggu, akhirnya waktu ticker tip throwing pun dimulai. Seperti biasanya, aku milih yang warna merah. Suara gong sudah terdengar. Saatnya melempar pita. Bersama mermaid sister-ku, seorang peserta dari Laos, kami bareng-bareng ngelempar pita kertasnya. Huhuhu sedih banget aku rasanya. Ada Mama, Papa, 3 sodara laki-laki (yang satu masih bayi banget, baru beberapa bulan yang lalu dia lahir ke bumi), dan satu orang adek perempuanku. Duh, sampe kudu ngelap mata yang bekaca-kaca pas nulis bagian ini. Pita kertasku dapat ditangkap dengan baik sama sodaraku. Dan akhirnya pelan pelan, kapal pun mulai meninggalkan pelabuhan. Pita yang awalnya kendor, lama-lama jadi kenceng karena saling tarik, antara aku dan sodaraku, dan kapal yang makin menjauh dari pelabuhan. Dan akhirnya, *tss” P U T U S. Ya, pita kertasnya pun putus.

Keluarga angkat di Malaysia pas lagi Open Ship

 Sejak kapal mulai menjauh, aku lihat dari deck lantai 4 mama menangis. Ketika aku liat mama disitu, yang aku ingat adalah rumah di Kampung Kebagu. Aku cuma bisa melambaikan tangan dan tersenyum senang-sedih-terharu-bahagia, tersenyum nano-nano kayak gado-gado. Akhirnya pun kapal semakin menjauh, dan orang-orang di pelabuhan pun tak lagi Nampak. Di deck itu aku ketemu sama sahabatku, namanya Rena. Kami akhirnya cuma bisa menatap senja di lautan. Sunset saat itu tak seindah biasanya. Meninggalkan segala kenangan dan keluarga baru di Malaysia. Orang-orang mulai masuk ke dalam kapal. Tapi ada juga yang masih tinggal di deck. Aku dan Rena memutuskan untuk tinggal sebentar di deck, lalu berbincang dengan tatapan menuju ke arah matahari yang tenggelam itu. Eh kok tiba-tiba ketemu si itu di deck. Haha. Jadi bahagia lagi.

Perjalanan pun akan berakhir dalam beberapa hari saja. Hanya laut China Selatan yang kami lihat. Semua air. Daratan telah pergi entah kemana. Sinyal internet sudah tak ada. Kembali berinteraksi dengan manusia di dalam kapal. Sunset indah di laut Cina Selatan aku pandang dengan takjub dan penuh rasa syukur. Kadang aku menikmati sunset itu sendirian. Sambil merenung, merefleksikan diri. Kadang sambil bikin video, kadang sambil makan dan liat sunset-nya dari ruang makan.



Suara ombak, angin yang tak kalah kuatnya, kapal yang goyang ke kanan, ke kiri, naik, turun, menjadi keseharian kami di hari-hari terakhir. Seasick Pill makin sering dikonsumsi, bahkan ada juga yang sampai terbaring lemah di kamar. Aku sendiri sempet ngerasain mabuk laut, tapi enggak sampai, maaf, muntah. Cuma perut yang nggak bersahabat, kepala yang pusing gimana gitu, dan setiap lihat makanan bawaannya pengen muntah aja. Tapi karena aku merasa tubuhku berhak untuk mendapatkan makanan, aku tetap berusaha makan meskipun sedikit. Aku nggak mau menyusahkan orang lain gara-gara nggak makan dan jadi sakit di hari-hari terakhir.
Foto bareng peserta lain negara dengan background Gunung Fuji yang tertutup awan mendung. Dingin!!
Saat sudah memasuki wilayah Jepang suhunya semakin dingin karena Jepang sudah mulai winter. Kami ngelewatin Sizuoka (bener gak ya tulisannya?) juga lho sebelum ke Tokyo. Kami tadinya mau “dipamerin” Gunung Fuji sama sang Kapten. Tapi sayangnya saat itu lagi mendung. Jadi gunungnya, terutama puncaknya, nggak begitu keliatan. Aku Cuma bisa memandang aja. Mau difoto bingung juga karena nggak ada keliatan itu gunung Fuji. Kalo nanti dishare dan bilang kalo itu Gunung Fuji, nggak ada yang percaya nanti. Hahaha.

Mendung saat Ms. Nippon Maru menepi kembali di Tokyo Harbour. And it was cold.

Tanggal 15 Desember 2015. Sehari sebelum kami pulang. Kapal sudah menepi di Pelabuhan Internasional Tokyo. Pelabuhan tempat kami memulai perjalanan pertama kami, dan akhirnya harus berakhir disini pula. Cerita panjang selama mengarungi lautan ini sebanyak ini belum dapat menggambarkan SSEAYP seutuhnya. *Ngelap air mata dulu ya.*

Dari kiri ke kanan: Rena (Japan), Happy (Vietnam), seorang petinggi di kapal tapi aku lupa nama dan posisinya apa, THE CAPTAIN, Aku, Ana (Vietnam)
A Day Before Leaving the Ship, and Japan......

Aku pikir, dan banyak orang lain yang juga mikir bahwa inlah yang membuat program pertukaran ini beda sama program pertukaran lainnya. Kehidupan dan perjalanan di atas Kapal sungguh istimewa. Tunggu cerita-cerita SSEAYP lainnya! 

Rabu, 30 Desember 2015

Remind It, Girl


This is a journey..
an extra ordinary journey for a girl who never get out of her land, her mother land
the most challenging journey she ever had
the journey where a crowd of people gather along,
in the unknown places she had never knew before

Somepeople said it is a once in a life time journey,
Some people said it is a life changing experiences
Some people said it is a life where everthing could be happen..
But she said, it is a journey finding the true life..
the life as a human, the life of nature, and the life where we have to respect even in the small things.

Memories come everytime, every second,
it will never gone until she realizes that this is new spirit,
not just a memory that appears and make her down because it won't happen the same..
Memories come,
The spirits come along the way,
She's coming home,
with a lot of new memories, and super a lot of new spririts...
Let's get on fire!


[I-53]

Rabu, 01 Juli 2015

The Memorable Opa Awi



diambil dari sini


Beliau adalah seorang fotografer lapangan. Setiap ada pertandingan basket nasional, mudah sekali melihat beliau asyik memotret setiap momen pertandingan, baik didalam maupun diluar lapangan. Awigeno Soesanto atau yang akrab dipanggil Opa Awi ini adalah sosok yang memorable disetiap pertandingan. Banyak atlet basket daerah yang pernah mencicipi laga atau kejuaraan di tingkat nasional, mengetahui tahu bahkan mengenal sosok beliau.

Saya tidak tahu dimana beliau tinggal, saya tidak tahu sejak kapan beliau menekuni kegiatan memotret itu. Bahkan baru tahu namanya ketika mendapatkan kabar bahwa beliau telah tiada. Tetapi yang saya tahu, beliau adalah sosok yang menekuni apa yang disukainya meskipun jaman sudah berubah. Unik.

Tepatnya hari Jumat, tanggal 8 Mei 2015, berita duka dan mengagetkan itu muncul. Kakek berumur 67 tahun ini meninggal dunia tertabrak kereta di perlintasan kereta api dekat Stasiun Palmerah, Jakarta . Banyak ucapan dan doa mengiringi kepergian beliau. Untuk kali ini, saya merasa dunia basket Indonesia kehilangan orang yang inspiratif lintas generasi - meskipun bukan sebagai pemain basket.

Selamat jalan Opa Awi, kehadiranmu disetiap event basket tingkat nasional akan dikangeni oleh banyak orang… terutama orang-orang yang pernah melihat kehadiranmu, sebelum Opa pergi meninggalkan dunia ini.

Senin, 15 Juni 2015

"Mbok" Menghargai, Sithik Wae..

Sebagai seorang perokok pasif, saya adalah orang yang cukup toleran dengan para perokok aktif. Saya nggak pernah memiliki permasalahan besar dengan mereka. Terserah mereka mau merokok dimana aja, yang penting asapnya tidak ujug-ujug mengenai wajah saya. Tetapi, entah mengapa akhir-akhir ini kok saya mulai jengah dengan kelakuan para perokok yang sedang mengendarai kendaraan bermotor - maupun yang tidak, sambil rokok-an. Apalagi kalau sedang menghilangkan abu rokok yang ada di batang rokoknya pas di jalan (haha semoga pembaca bisa membayangkan bagaimana ilustrasi kalimat tersebut).
Entah apa yang ada dipikiran mereka ketika abu rokok itu menghilang dari batang rokok mereka, tetapi nggak liat kalau dibelakangnya ternyata ada pesepeda atau orang yang tidak memakai tutup muka. Kan abunya bisa masuk ke mata. Sakit. Nggak cuma yang naik motor. Yang naik mobil pun demikian. 
Yang naik sepeda pun juga sama. Bahkan yang sedang berjalan kaki juga. Huft. Akan semakin menyedihkan ketika Anda adalah tipe orang yang seenaknya membuang putung rokok di jalan - apalagi pas lagi ngebut. Hoaah. Indahnya dunia kalau orang saling paham satu sama lain. Saya, mungkin juga banyak diluar sana, yang tidak mempermasalahan Anda mau merokok apa tidak. Asal Anda tidak mengganggu hak saya sebagai pengguna jalan, nggak masalah. Hmm terkadang, ada waktunya kita harus memikirkan perasaan orang sebelum bertindak.

Senin, 20 Oktober 2014

Becky Hammon: Inspirational Basketball Role Model

Akhirnya setelah melalang buana di WNBA selama kurang lebih 14 tahun, dia memutuskan untuk pensiun. Padahal, kariernya selama di WNBA sangat memukau.
Rebecca Lyn Hammon, atau yang akrab dipanggil Becky Hammon, berhenti menjadi seorang pemain basket di WNBA pada tahun 2014. Tetapi, wanita 37 tahun ini kemudian mengejutkan banyak pihak. Dia menjadi wanita pertama yang diangkat sebagai assisten coach di salah satu tim NBA: San Antonio Spurs! She inspires people. “The NBA’s First Full-Time Female Assistant Coach” kalau kata nytimes.



 Fyi, dia adalah seorang pemain yang tidak drafted oleh WNBA. Sepengetahuanku, untuk masuk ke WNBA itu biasanya ada Draft yang tujuannya untuk menyaring pemain-pemain terbaik yang dimiliki oleh universitas. Terus nanti masing-masing klub milih mau yang mana. Tetapi, Becky Hammon tidak masuk ke WNBA karena draft itu. Dia pun juga tidak “dilirik” oleh basket USA untuk bermain di Olimpiade, yang kemudian membuatnya memilih untuk bermain atas nama Russia. Dengan segala usaha dan kerja keras yang dilakukan, wanita lulusan Colorado State University ini menjadi pemain WNBA All Star selama 6 kali dan mendapatkan bronze medal pada saat Olimpiade. 



Pada tahun 2011 pun, dia mendapatkan penghargaan Top 15 Players Of All Time. 
Ini dia 15 pemain yang mendapatkan penghargaan tersebut (dari wnba.com, ditulis pada tahun 2011):
Name
WNBA Team (Current/Last)
Previous Team(s)
Sue Bird
Seattle Storm (2002-Current)
Tamika Catchings
Indiana Fever (2002-Current)
Cynthia Cooper*
Houston Comets (1997-2000, 2003)
Yolanda Griffith*
Indiana Fever (2009)
Sacramento Monarchs (1999-2007),
Seattle Storm (2008)
Becky Hammon
San Antonio Silver Stars (07-Current)
New York Liberty (1999-2006)
Lauren Jackson
Seattle Storm (2001-Current)
Lisa Leslie*
Los Angeles Sparks (1997-2006, 2008-2009)
Ticha Penicheiro
Los Angeles Sparks (2010-Current)
Sacramento Monarchs (1998-2009)
Cappie Pondexter
New York Liberty (2010-Current)
Phoenix Mercury (2006-2009)
Katie Smith
Seattle Storm (Current)
Minnesota Lynx (1999-2005),
Detroit Shock (2005-2009),
Washington Mystics (2010)
Dawn Staley*
Houston Comets (2006-2006)
Charlotte Sting (1999-2005)
Sheryl Swoopes
Tulsa Shock (Current)
Houston Comets (1997-2000, 2002-2007),
Seattle Storm (2008)
Diana Taurasi
Phoenix Mercury (2004-Current)
Tina Thompson
Los Angeles Sparks (2009-Current)
Houston Comets (1997-2008)
Teresa Weatherspoon*
Los Angeles Sparks (2004)
New York Liberty (1997-2003)
*Retired 

Menjadi seorang pemain basket setingkat WNBA tentu tidak mudah. Tetapi, seorang Becky Hammon pantang menyerah begitu saja. One day I’ve ever heard she said: I WANT TO DO ANYTHING THE BEST I CAN DO. Dan percaya atau tidak, hal itu menjadi sebuah quotes yang diimani oleh banyak pihak. Termasuk saya yang sudah lama menjadikan dia sebagai Role Model saya – selain Sue Bird tentunya. Hehe. 

Well, the last but not least, Congratulations Becky!


Kamis, 07 Februari 2013

I do love you, Basketball

Seperti bertemu dengan a-long-distance-boyfriend rasanya. Even though aku belum pernah berpengalaman dengan hal seperti itu.. hehehe
Aku basketan udah kayak "kewajiban". Jadi aku sedikit menyingkirkan aktivitas-aktivitas diluar basket.. tapi ini juga terjadi soalnya bentar lagi ada grand final LIMA di Jakarta cuy. Jadi biar sedikit nggak malu-maluin, latian jalan terus dong :D Ada "hal" lain juga sih sebenernya.. huahahhaa
Bisa jadi liburan sebulan ini isinya basket basket dan basket. Plus, acara lain selain basket dan as usual, not going to anywhere but JOGJA! Pengen sih ikut ke luar kota, liburan sama temen-temen lain.. tapi karena ada basket, mungkin itu ditunda dulu.. hihihi. Selow lah, masih semester satu. Tapi menurutku, liburan ini kayak liburan jaman SMA. Baskeet mulu. Tapi aku seneng :D Sekalian buat nurunin berat badan yang udah O.V.E.R. Huehehhee
Jadi hikmahnya, aku sedikit mengerti tentang esensi LIBURAN.
Jadi liburan itu ya, refresh your mind. Do anything refreshing your mind. And for me, playing basketball is LIBURAN. Jadi intinya ya aku cinta sama basket. Apalagi pas liburan kaya gini.. Makin cinta euy. Tapi ga tau juga kalo perasaan ini jadi pasang surut dikemudian hari. Hahaha.
Udah ah. Udah malem cyin. Akikah bobo dulu yaah. Bonne nuit everyone! And especially, YOU ;)

Rabu, 16 Januari 2013

We've Just Got Our First Target!

Yep, we won the first place of the LIMA Central Java and Yogyakarta Conference! Going to NUSANTARA CONFERENCE, soon!!

Yes! We got ya!
Prajuritnya nggak komplet
teteup, minus beberapa anggota
yeay!
The MVP! (Kak Nia)
Me and the MVP
ONE
Perjuangan sama sekali belum selesai. Kompetisi semakin panas nantinya. Semangat!

ONE - TWO - THREE
TIM! UGM! HARDWORK!

Rabu, 09 Januari 2013

Double U


I'm just wondering..
Kenapa W (re: we) itu kalo bahasa Inggris bacanya "dabel yu"? Nggak tau sih  gimana nulis cara ngebaca "dabel yu" di kamus oxford atau tetek bengeknya,. Tapi menurut, analisis sayaaaaa *ikut-ikut Sentilan Sentilun*, "dabel yu" ini asalnya dari bahasa inggris juga. Double U. Huruf U (dalam bahasa Indonesianya tetep biasa dibaca U), dalam bahasa inggris dibaca Yu. Jadi menurut keheranan saya, berarti sejatinya huruf W (re: WE) ini berbentuk U yang dobel. Dua kali huruf U. Might be like... UU? Or.. like this:



Kalo bentuknya kayak: W, berarti namanya bukan double u dong? Well, it should be DOUBLE V?
Jadi apakah sebaiknya kita menghargai nama suatu huruf, atau bikin aja sesuka kita meski namanya double u? Sebagai manusia di dunia, kita semua punya hak sih. Tapi kalo melanggar hak cipta nama huruf "double u" gimana? Katanya biar kita kita ga banyak cekcok, hal yang paling bagus untuk dilakukan adalah saling menghargai hak-hak antarmanusia. Nanti kalo pencipta "double u" nuntut kita atas nama pelanggaran hak cipta gimana dong? Nah loh.

Well, yeah. Ini cuma keherananku aja sih.. Aku nemunya juga pas lagi naik motor di jalan. Cuma heraaaan aja gitu. Hehe. Kalo mau ditanggepin ya silakan, kalo enggak juga nggak masalah sih. Hahaha. Just wanna share ;) Udah ah gitu dulu. Pengen sih ngepost lagi, tp tentang basket-basket gitu (teteeeup). Sayang eh sayang, sayanya udah ngantukszzZZzz. Kapan-kapan lagi deh saya ngepost. Bonne nuit!