Tampilkan postingan dengan label unknown. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unknown. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juni 2014

Dimana kamu, nar?

diambil dari sini 

Dia hilang entah mulai kapan.
Dari kemarin? Tidak.
Lusa? Tidak mungkin.
Satu minggu yang lalu? Tidak juga.
Beberapa minggu yang lalu? Ah tidak mungkin.
Hmmm.
Bulan lalu mungkin? Mana ada.
Beberapa bulan yang lalu? Tidak!
Tahun kemarin jangan-jangan? Tidak.. Aku ingat betul bukan tahun kemarin.
Tahun kemarin kemarinnya lagi? Itu pun juga tidak.
Hmmm.
Omong kosong itu adanya? Tidak.
Pada jaman Kolonial kah? Dia disandera dan dibuang di Pulau Buru bersama Pram? Tidak.
Ketika revolusi industri? Ah, kalaupun iya, itu hanya omong kosong.
Kemana dia menghilang?
Dia hilang begitu saja, sedanng banyak yang mencarinya.
Asumsiku mulai berbicara,
Rasa-rasanya, dia hilang ketika otak manusia mulai bekerja.
Ketika pikiran manusia mulai menjamah kehidupan dunia.
Ketika manusia mulai memiliki tujuan hidup, untuk hidup bersama kepentingan.
Ketika manusia mulai vokal, melantangkan apa yang ingin diutarakan.
Ketika manusia, ingin kehidupan mumpuni bersama mereka sampai mati membuat dia berhenti.
Dialah kamu, nar.
Kamu yang ku cari.
Kamu yang orang-orang cari.
Kamu, nar.
Iya, kamu... Kebenaran.

Kamis, 01 Mei 2014

Masa Lalu?

Dua manusia bertemu dalam ruang luas berbatas besi kuat sekelilingnya.
DTak pernah terbayang akan perjalanan hidup seperti masa lalu itu.
Burung merpati menjadi perantara mereka dalam dunia fana, dunia tanpa sentuhan.
Semakin melekat di dunia palsu penuh kata.
Semakin dekat mereka hasil berbagi bayangan kehidupan
sebelum mereka bertatap mata.

Tak disangkanya obyek lain mendekat,
memikat hati salah satu mereka.
Menggantikan salah satu, menyingkirkan lainnya.
Tersingkirlah dia dari segelintir kehidupan.
Kebingunan sembarang dia pergi, tetapi jejak terdahulu masih tinggal disana.

Dia yang tersingkir selalu mengingat,
bahwa Yang Paling Kuasa memberikan cobaan tak jauh dari kemampuan seorang hambaNya.
Indah dikenang, tak bisa dilupakan.

Sabtu, 02 Maret 2013

Complicated, I Said...


Memikirkan pemikiranmu,
memikirkan kamu.
Memikirkan polah tingkahmu,
memikirkan kebiasaanmu.

Aku suka memikirkanmu.
Menduga-duga tak pasti.
...Hahaha..
Menduga caramu berpikir,
menduga caramu memperlakukanku.
Aku berpikir, menganalisis.
Menganalisis data abstrak yang tak terjelaskan.
Implisit.
Tidak straight forward.
Dalam proses ini,
aku mencoba mengartikan semua.
Mengartikan data-data dari Tuhan,
dan beberapa yang kamu berikan,
meski kamu tak pernah merasa memberikan data-data itu.
Mengartikan setiap kejadian,
Mengartikan setiap kata,
Mengartikan setiap tanda baca yang fana.

Kesulitan?
Ya.
Kesabaran?
Sangat diperlukan.
Bantuan?
Kemari lah! Aku membutuhkan data lain darimu!
Oh yeah.. it's complicated, i said......

Minggu, 10 Februari 2013

So Closeeeee

Pernahkan berpikir bahwa, antara PENGERTIAN dan TIDAK PEDULI tidak jauh beda?
Pernahkan berpikir bahwa, antara HEMAT dan PELIT tidak jauh beda?
Pernahkan berpikir bahwa, antara PERCAYA DIRI dan AROGAN tidak jauh beda?
Pernahkan berpikir bahwa, antara PERHATIAN dan TEBAR PESONA tidak jauh beda?

Kamis, 07 Februari 2013

Canda

Tidak hanya suku, agama, dan warna kulit yang berbeda.
Cara bercanda juga berbeda.
Bahkan cara bercanda masing-masing orang dalam suatu negara pun berbeda.
Ada yang ceplas ceplos nggak berisi,
ada yang sambil nyeletuk,
ada yang ceplos menyakiti hati,
ada juga yang memasukkan keseriusan dalam setiap canda,
dan lain sebagainya,
Bagaimana dengan kamu?
Well, yang paling sedih adalah ketika sebuah candaan yang berujung pada keseriusan.
Entah itu keseriusan dalam amarah,
keseriusan sakit hati yang mendalam,
dendam, dengki, benci,
bahkan keseriusan dalam berhubungan dua insan manusia, suka, lalu, cinta?.
Apa lah aku bicara cinta tetapi mendengarnya saja aku geli. Hahaha

Entah mengapa makin besar, makin banyak diberi ilmu oleh "dewa-dewa",
makin curigaan aja jadinya.
Dalam canda pun, aku jadi curiga. 
Kadang terbesit dalam pikiran bahwaa sebernarnya apa yang dikatakan adalah keseriusan, meski dibalut dengan cara bercanda.
Kadang pikiran macam itu aku singkirkan segera karena merusak esensi bercanda itu sendiri.
Canda dan Serius.
Dua hal yang sangat bertolak belakang. Tapi.. jika keduanya di mix-and-match,
it's gonna be funny and.... hurt. For sure.
Kalo orang kita bilang, bercanda yang serius itu namanya: Nyindir.
Ya begitu lah.
Duuuh, makin lama nulis makin bingung sama yang namanya:
Nyindir, Bercanda, dan Just Having Fun..........

nb: belum jadi tidur karena ada sebabnya

Jumat, 01 Februari 2013

Api Sendu


Tak ku rasa, perasaan itu muncul begitu saja,
Ketika sang ratu mulai membicarakan sesosok tak terduga,
Si Api Sendu.
Perasaan yang didahului dengan senyum tawa,
Perasaan yang tak pernah diharap muncul,
Perasaan yang aneh, memuakkan, tetapi menyenangkan,
Muncul karena kau seorang.
Aku ingin menghilang,
Melihat keadaan untuk kebaikkan.
Akan kah harus, aku menjaga ini semua?
Atau harus, aku buang jauh-jauh dan bertingkah naif?
Atau, aku merelakan diri terkungkung perasaan yang berakhir pada ketidak pastian?
Atau, harus aku singkirkan dan melangkah maju dengan mengenangnya saja?
Oh, si Api Sendu....

Kamis, 17 Januari 2013

Kenapa?


Kenapa jadi seperti ini?
Kenapa merasa seperti ini?
Kenapa harus menerimanya tanpa difilter terlebih dahulu?
Kenapa ada bayang-bayang disana?
Kenapa aku jadi takut?
Kenapa?
Kenapa?
Kenapa bernafas pun tak mampu?
Bisa tolong dijelaskan alasannya?
Dengan argumen yang kuat, please.

Tentang Kesesakan


Langit pecah.
Menimbun aku yang sedang berada dalam keramaian manusia
Ada apa gerangan?
Pecahan itu, memasuki suatu ruang,
ruang yang tadinya hampa, tenang, damai.
Lalu penuh, tak kuasa menampung pecahan langit yang tak terbatas.

Ruangan itu kini,
penuh.
Mungkin sebentar lagi meledak.
Dan membuat semakin banyak kepingan-kepingan berantakan.
Aku kaitkan tali padanya, pada ruang hampa.
Sekuat mungkin.
Segala usaha aku kerahkan demi mempertahankan ruang itu.
Tak ingin aku membuatnya meledak.
Aku, ingin membuatnya seperti dahulu.
Yang kosong namun tenang, damai,
Sementara.

Udara yang aku hirup,
tak menahu.
Aku pendam, aku diam
kesakitan menahan ruang yang sekarang sesak, penuh,
penuh dengan pecahan langit yang tiba-tiba datang.
Tak pernah aku menginginkannya.
Tidak pernah.
Suatu kali aku bagikan kisah ruang ini,
kepada teman pena yang tak ku ketahui asal usulnya
Perlahan pecahan itu pergi, satu keping.
Sedikit aku bernafas lega melawan kesesakan itu.
Kesesakan pada ruang yang kosong, hampa, untuk sementara.

Rabu, 09 Januari 2013

Double U


I'm just wondering..
Kenapa W (re: we) itu kalo bahasa Inggris bacanya "dabel yu"? Nggak tau sih  gimana nulis cara ngebaca "dabel yu" di kamus oxford atau tetek bengeknya,. Tapi menurut, analisis sayaaaaa *ikut-ikut Sentilan Sentilun*, "dabel yu" ini asalnya dari bahasa inggris juga. Double U. Huruf U (dalam bahasa Indonesianya tetep biasa dibaca U), dalam bahasa inggris dibaca Yu. Jadi menurut keheranan saya, berarti sejatinya huruf W (re: WE) ini berbentuk U yang dobel. Dua kali huruf U. Might be like... UU? Or.. like this:



Kalo bentuknya kayak: W, berarti namanya bukan double u dong? Well, it should be DOUBLE V?
Jadi apakah sebaiknya kita menghargai nama suatu huruf, atau bikin aja sesuka kita meski namanya double u? Sebagai manusia di dunia, kita semua punya hak sih. Tapi kalo melanggar hak cipta nama huruf "double u" gimana? Katanya biar kita kita ga banyak cekcok, hal yang paling bagus untuk dilakukan adalah saling menghargai hak-hak antarmanusia. Nanti kalo pencipta "double u" nuntut kita atas nama pelanggaran hak cipta gimana dong? Nah loh.

Well, yeah. Ini cuma keherananku aja sih.. Aku nemunya juga pas lagi naik motor di jalan. Cuma heraaaan aja gitu. Hehe. Kalo mau ditanggepin ya silakan, kalo enggak juga nggak masalah sih. Hahaha. Just wanna share ;) Udah ah gitu dulu. Pengen sih ngepost lagi, tp tentang basket-basket gitu (teteeeup). Sayang eh sayang, sayanya udah ngantukszzZZzz. Kapan-kapan lagi deh saya ngepost. Bonne nuit!


Sabtu, 05 Januari 2013

Lucu ya


Ketika kita temenan sama orang dari dia masih kecil. Makin hari, otomatis dia tambah gede. Sifat dan bentukannya pun juga berubah. Dan kita merasa "masih" gini gini aja. Kita kayak mengikuti perkembangannya dia gitu kan.. Kita bisa ngebandingin antara dia yang lama dan dia yang baru. Menurutku, ini lucu dan unik gitu. Hehehe. They're change, step by step :)

Senin, 03 Desember 2012

Memejamkan Mata

Aku memejamkan mata
Bukan tidur, hanya terpejam
Entah hanya seketika,
maupun banyak-ketika.

Aku.. berada didalam kegelapan,
ketika itu.
Hilang semua pandangan.
Namun, imajinasi bermain tanpa perintah empunya.
Melihat hal-hal yang absurd.
Bukan macam indera tambahan dari-Nya
Aku melihat bayangan, suatu bentuk.
Apapun itu.
Melintas tanpa permisi kepadaku.
Kenapa mereka ada?
Kenapa ada mereka?

Tak bisa diindahkan,
diacuhkan pun enggan.
Aku tak bisa menolak.
Datang dan pergi seenaknya.
Tidak terkontrol.
Ya, ketika aku....
memejamkan mata.

Kamis, 27 September 2012

Belum Memilikinya

Ketika perjuangan baru dimulai,
ketika kobaran api mulai dinyalakan kembali,
ketika mengenal dunia baru,
Aku diambilnya.
Ke dalam sebuah ruang manusia.

Dengan si pemberi arah aku diculik.
Dia arahkan tanpa tujuan pasti.
Pilihan? Silakan ambil sendiri.
Tak mengerti jalan menuju keinginan.

Hey kau si pemberi arah!
Tanpa tujuan itu aku hilang!
Menghilangkan kobaran api yang mulai padam.
Tak kuasa batin tersiksa, emosi tak tertuang.

Kepada ruang manusia,
aku mencoba.
Mencoba memasukinya dengan tenang.
Tanpa kepanikan melanda, sedikit.

Kepada ruang manusia.
Aku mecoba memilikimu, saat ini.
Secepat umur jagung aku mencoba,
namun mengapa batin ini enggan?

Keengganan temporal.
Pemadaman jangka pendek.
Mencoba membangkitkan jiwa.
Mengalahkan diri sendiri.

Aku, belum memilikinya.
Memiliki ruang, dan waktu tidak tak sebentar.
Aku, mencobanya.
Mengalahkan diri sendiri,
untuk waktu yang temporal ini.
Semoga, ya. Aku bisa berhadapan dengannya.
Semoga, ya. Aku bisa memilikinya.

Minggu, 23 September 2012

Tiga Dia dalam Seminggu

Dia mendapatkannya.
Setelah waktu panjang dibiarkan berlalu,
untuk mencari dan berusaha.
Akhirnya alam menunjukkan keperkasaannya.
Dia memilih,
dia mencari,
dia berkorban,
dan dia, mendapatkannya.
Apa harus senang?
Atau malah sedih?
Ketika rekan menuturkannya,
satu kata tak terucap, dalam hati.
Senang? Ah, terlalu hipokrit.
Harapan tertuang ketika ingat,
ingat caramu memperlakukan mereka.
Aku... cukup.

Dia pergi,
meninggalkan segala dunia untuk dunia berbeda.
Takdir Tuhan tak terbantahkan.
Walau ada satu tanda tanya dalam benak.

Dia pergi,
diberi air mata oleh sang generasi baru.
Tak disangkanya dia pergi,
bagai menggunakan Buraq.
Mata berkunang memelas, tak kuasa membendung asa yang hilang.

Dia diberi halangan.
Kepada tubuh tak bersalah,
Engkau memberikannya.
Turut memelas kepadaNya.
Namun ketika Dia bersalah,
Dia yang lain akan menegur
melintasi jiwa diluar.
Tolong, Kau usir mereka yang menghalangina.
Bersihkanlah, usirlah mereka dengan segera.

 Dia, Dia, Dia, dalam seminggu.....

Jumat, 21 September 2012

Dia yang Memberi Arah

Ketika sebuah kepercayaan ada,
ketika semua sudah berkata iya,
ketika ada satu yang berkata tidak,
bagaimana?

Dia yang Memberi Arah.
Suatu ketika, ada satu batin tertohok.
Lalu kembali terbakar api dibuatnya.
Di kembalikannya sebuah hal yang terucap,
kepada dia yang memberi Arah.

Sabtu, 04 Agustus 2012

Dalam Suatu Rumah, Kelak.

Bonjour! Sugeng enjang semua.
Kemarin pas lg surfing di internet saya liat tumblr seseorang yang saya nggak tau dia itu siapa. Tumblr-nya dia lucu. Banyak gambar-gambar inspiratif. Contohnya saja, gambar design interior rumah. Well, it really inspires me to looking for them on google. Hehehe
Sebenernya udah lama sih pengen liat-liat design interior di google. Tapi baru kejadian tadi ini dan semakin semangat karena liat tumblr-nya seseorang itu.
Apa yang saya cari?
Pertama-tamanya saya liat-liat, aku sih nulis di keywordnya: Library Room. Kenapa? Karena saya suka sama buku. Suka aja gitu. Lalu, cari-cari lah saya tentang design interior perpus dalam rumah. Kereeeen!! :D Apalagi yang dinomor 2. Lucunya ada perpus di atas. Jadi tempat konkow sama temen-temen noh kalo gitu caranya. Hahaha

Selasa, 24 Juli 2012

While in The Leisure Time....

Bonjour!
In this Ramadhan, i have sooooo much free time.
Two days ago shalat subuh, i have no idea what to do. And right then when i saw some markers just laying in my pencil case, AHA! these are what i did....

Senin, 16 Juli 2012

Menertawakan Aku


Angkuh sombong,
Lalu tertawa, menertawakan Aku.
Canda tawa berceloteh sendirian,
Lalu tertawa, tak tebahak namun menertawakan Aku.
Kadang merasa bodoh dan tidak berotak,
Lalu tertawa, menertawakan Aku, miris.
Tak ada nyali, keberanian hilang lenyap,
Lalu tertawa, menertawakan Aku.
Hening.

Entahlah

Seketika, yang biasanya senang garang,
Berubah menjadi linglung.
Linglung kepada diri sendiri, kepada lingkungan sekitar.
Merasa jauh tak menahu akan semua hal,
Tapi, face it.
Katanya kepada si diri yang linglung itu.

Face it
Face it
Face it

Suatu ketika mendengar bisikan,
Sometimes we have to out of our comfort zone
Tapi apa daya ketika waktu tiba,
Hal itu baru datang memberi tahu, terlambat.
Tenang katanya kepada si diri linglung.
Masih ada hari depan, masih ada waktu..
Ya, semoga si diri linglung menjadi
Diri yang siap siaga dan selalu tenang penuh tawa bahagia.